Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Determinasi Ekonomi

Ekonomi merupakan faktor determinasi terciptanya suatu peradaban  Munif Tobi Trihanto Opini dari ekonom tersebut dirasa cukup tepat dalam menggambarkan ekonomi yang sesungguhnya banyak merubah fakta lapangan daripada relung-relung peradaban. Perubahan ini masuk ke fakta-fakta pranata sosial, politik, hukum, pendidikan, sampai pada hal-hal yang bersifat transedensial turut dijadikan objek perubahan oleh sang aktor yang bernama ekonomi. Hal-hal yang menjadi sasaran perubahan oleh ekonomi di atas sebenarnya memiliki paradoksnya masing-masing, namun pada kenyataannya paradoks tersebut mencoba untuk dihilangkan sedemikian rupa dan dipaksakan untuk menemui titik rasionalitas tertinggi. Hal ini dilakukan agar semua yang ada dalam pojok suatu ruangan berjalan dalam keharmonisan bersama ekonomi.  Ada semacam jargon yang tak asing ditelinga para pelajar Indonesia mengenai latar belakang invansi bangsa Eropa ke Indonesia, jargon tersebut berbunyi “ GOLD, GLORY AND GOSPEL ”. Ungkapan ters...

Independensi Etis vs Apologetik

Apologetik merupakan suatu sikap untuk mempertahankan ajaran yang bersifat suci. Kesucian ini membuat penganutnya enggan untuk mengkritisi ajarannya sendiri. Merasa benar dan tidak perlu berpikir lebih dalam terhadap segala hal karena menurutnya semua telah termuat dalam ajaran. Pada akhirnya anggapan ini membuat orang terdunduk lesu atas hal buruk yang diterimanya, tidak ingin membuat sebuah konsep problem solving bagi dirinya apalagi orang lain  Bisa dikatakan bahwa anggapan ini sebenarnya cukup kolot, karena anggapan ini sesungguhnya telah ada dalam benak orang-orang pada zaman lampau. Bisa kita lihat peradaban Islam yang mengalami stagnasi bahkan kemunduran di masa setelah kejayaannya. Ummat Islam merasa puas dengan kejayaannya yang telah diraih, sehingga membuat mereka terus menerus berbangga dan ber euforia kegirangan. Di sela-sela kegirangannya, mereka lupa dengan perubahan selanjutnya dan terkubur oleh dirinya sendiri. Pada masa ini sesungguhnya kegirangan-kegirangan ini ma...