Postingan

Iklan dan Negara

Pergeseran era modern menuju post-modern salah satunya bisa dilacak melalui kekuatan industri yang ditekankan dalam pasar. Dalam masa perkembangan era modern, kekuatan suatu perusahaan ditentukan oleh kekuatan modal yang dimiliki. Peran suatu industri tidak berarti sama sekali jika tidak disokong melalui kelebihan aset-aset yang berlimpah. Sedangkan pada era post-modern kekuatan ditentukan oleh bagaimana perusahaan mempromosikan produk-produk yang hendak disebar di pasaran. Iklan harus dibungkus sedemikian atraktif sehingga menggugah minat para calon konsumen. Tuntutan tersebut merupakan prasyarat yang harus ada pada sebuah iklan sehingga ia bisa mempunyai nilai tawar pada pasar. Keadaan yang melingkupi kompleksitas iklan era pasca modernitas tersebut secara langsung berimplikasi pada realitas produk yang ditawarkan melalui sebuah iklan. Era post-modern pada gilirannya adalah sebuah pertunjukkan iklan yang tidak merepresentasikan produk yang dipromosikan berdasarkan kondisi sesungguhny...

Determinasi Ekonomi

Ekonomi merupakan faktor determinasi terciptanya suatu peradaban  Munif Tobi Trihanto Opini dari ekonom tersebut dirasa cukup tepat dalam menggambarkan ekonomi yang sesungguhnya banyak merubah fakta lapangan daripada relung-relung peradaban. Perubahan ini masuk ke fakta-fakta pranata sosial, politik, hukum, pendidikan, sampai pada hal-hal yang bersifat transedensial turut dijadikan objek perubahan oleh sang aktor yang bernama ekonomi. Hal-hal yang menjadi sasaran perubahan oleh ekonomi di atas sebenarnya memiliki paradoksnya masing-masing, namun pada kenyataannya paradoks tersebut mencoba untuk dihilangkan sedemikian rupa dan dipaksakan untuk menemui titik rasionalitas tertinggi. Hal ini dilakukan agar semua yang ada dalam pojok suatu ruangan berjalan dalam keharmonisan bersama ekonomi.  Ada semacam jargon yang tak asing ditelinga para pelajar Indonesia mengenai latar belakang invansi bangsa Eropa ke Indonesia, jargon tersebut berbunyi “ GOLD, GLORY AND GOSPEL ”. Ungkapan ters...

Independensi Etis vs Apologetik

Apologetik merupakan suatu sikap untuk mempertahankan ajaran yang bersifat suci. Kesucian ini membuat penganutnya enggan untuk mengkritisi ajarannya sendiri. Merasa benar dan tidak perlu berpikir lebih dalam terhadap segala hal karena menurutnya semua telah termuat dalam ajaran. Pada akhirnya anggapan ini membuat orang terdunduk lesu atas hal buruk yang diterimanya, tidak ingin membuat sebuah konsep problem solving bagi dirinya apalagi orang lain  Bisa dikatakan bahwa anggapan ini sebenarnya cukup kolot, karena anggapan ini sesungguhnya telah ada dalam benak orang-orang pada zaman lampau. Bisa kita lihat peradaban Islam yang mengalami stagnasi bahkan kemunduran di masa setelah kejayaannya. Ummat Islam merasa puas dengan kejayaannya yang telah diraih, sehingga membuat mereka terus menerus berbangga dan ber euforia kegirangan. Di sela-sela kegirangannya, mereka lupa dengan perubahan selanjutnya dan terkubur oleh dirinya sendiri. Pada masa ini sesungguhnya kegirangan-kegirangan ini ma...

Bangsaku

Aku ingin agar Indonesia dikenal orang. Aku ingin memperlihatkan kepada dunia, bagaimana rupa orang Indonesia. Aku ingin menjampaikan kepada dunia, bahwa kami bukan “Bangsa jang pandir” seperti orang Belanda berulang-ulang kali mengatakan kepada kami. Bahwa kami bukan lagi “Inlander goblok hanja baik untuk diludahi” seperti Belanda mengatakan kepada kami berkali-kali. Bahwa kami bukanlah lagi penduduk kelas kambing jang berdjulan menjuruk-njuruk dengan memakai sarung dan ikat-kepala, merangkak-rangkak seperti jang dikehendaki oleh madjikan-madjikan kolonial di masa jang silam. (Soekarno) Sudah tidak terhitung lagi berapa kali Bung Karno, sang proklamator kemerdekaan Republik Indonesia, dalam berbagai pidatonya yang khas menggelegar dan bergemuruh mengingatkan agar bangsa Indonesia jangan mau menjadi “bangsa kuli” dan menjadi kuli bangsa-bangsa lain (a nation of coolies and a coolie amongst nations). Sebagai daerah asal buruh migran yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu nega...